Akademi Berbagi

Berbagi bikin happy

Saat ini, Masa Keemasan Storyteller

Posted by on Sep 17, 2014 in Jakarta | 1 comment

matt

Tentang pentingnya story telling masih sedikit brand (lokal) yang aware atau bahkan paham. Padahal sukses tidaknya sebuah produk di pasaran tergantung pada cerita yang ada dibalik produk yang dipasarkan tersebut.

Kenapa story telling itu penting, karena 98% orang tidak peduli dengan produk yang dijual, baik di “toko” online maupun offline.

Seseorang membeli suatu produk biasanya karena alasan kebutuhan, aha moment, ambisi atau memory awakening, specific emotionally charged product description on story dan terakhir karena empati.

Kelas Akber Jakarta yang ke-24, Rabu, 17 September 2014 ini menghadirkan Matthew Mendelshon, seorang pakar story telling untuk brand yang mengelola beberapa brand diantaranya Fossil, Rip Curl, Marc Jacobs dan lainnya.

Bertempat di universitas Moestopo Beragama di jalan Hang Lekir, Matt yang mempunyai akun twitter @waliwali1 ini memberikan pencerahan kepada  39 peserta.

Menurut Matt, saat ini adalah masa keemasannya story telling. sekarang jutaan merek berseliweran di internet hanya agar “pesan” yang disampaikan brand tersebut terdengar.

Brand-brand besar seperti rolex, starbuck dan lain-lain begitu mendunia karena storytellingnya.  “Storytelling is not about product knowledge. “great story telling isnt technical, its psycological, “ kata Matt.

Lalu bagaimana cara membuat great storytelling, “Start with the right people/mindset. Passion + Empathy = Succesful Storytelling”.

Untuk lebih jauh mengenai story telling untuk brand ini, Matt telah menulis buku, the ultimate journey. Buku bisa dipesan langsung ke akun twitter matt atau ke journeystorytelling.com

Cara Membuat Konten Video yang Viral

Posted by on Sep 12, 2014 in Jakarta | 0 comments

Melanjutkan tema “kreatif” minggu lalu, kelas Akademi Berbagi Jakarta ke-23 ini memilih topik “Share Your Story Through Online Video” dengan narasumber  Dennis Adishwara.

(Pada masa dulu, Dennis populer ketika film Ada Apa dengan Cinta menjadi box office Indonesia. Saat ini adalah seorang video maker, owner @LayariaTV)

Bertempat di commaID di jalan Wolter Monginsidi Jakarta Selatan, kelas akber Jakarta kali ini dihadiri oleh puluhan peserta. Tema tentang video yang akhir-akhir ini sedang tren mampu menarik orang-orang yang ingin mengetahui lebih jauh bagaimana memproduksi content video yang memunculkan viral yang maksimal.

Menurut dennis yang mempunya akun twittwer @omdennis ini, bagaimana cara membuat content video agar bisa menarik banyak audiens ada tipsnya:

  1. Know your niche. Usahakan cari market yang tidak terlalu umum.
  2. Be unexpected because this isn’t TV.
  3. The 15 second rule. Buat konten yang mampu membuat konsumenmu tidak mengubah channel.
  4. Frequent programming.
  5. Collaborate! Ini nih yang sering terlupakan, berkolaborasilah! Ada yang bilang kolaborasi adalah new kompetisi
  6. Fan engagement. Buat hubungan antara creator dan audiens menjadi horisontal.
  7. Youtube is BIG. The internet is BIGGER. Content competition is everywhere.

Menurut Dennis, “Kita punya jauh lebih banyak kompetitor konten di youtube, so be unexpected! 1 menit di dunia nyata, 100 jam video bisa terupload”

Agar video kita mampu memaksa orang melihat, buat 15 detik pertama video yang kita buat mampu mencuri perhatian audiens.

Dengan begitu kita akan memperoleh viewer yang banyak. Dan syukur-syukur bisa menjadi fans. Apa bedanya? Viewer adalah mereka yg menonton & mengakses video. Fans adl mereka yg comment, share, subcribe, collaborate bahkan fanmade project.

Durasi video yang ideal utuk penonton indonesia sebaiknya maksimal 4 menit. Agar video kita mudah dicari, berilah judul dengan memakai kata-kata umum yang banyak dicari orang lalu berujung ke hal-hal khusus.

Kelas akber Jakarta rutin diadakan tiap hari Kamis dengan tema, tempat, guru dan volunteer yang berbeda. Kelas Akber Jakarta ke-23 ini relawan yang bertanggung jawab terhadap kelancaran kelas adalah lintang (@entang). Berminat menjadi volunteer akademi berbagi, bisa kirim email ke akademiberbagi@gmail.com. Berbagi bikin happy

Dimana (saja) Lingkungan Kreatif itu Berada?

Posted by on Sep 7, 2014 in Samarinda | 1 comment

akber-samarindaxx

Kelas Akber Samarinda pada Sabtu, 6 september 2014 bertema “Lingkungan Kreatif” dan Mas Diza merupakan pematerinya. Mula-mula pemateri bercerita seputar usaha yang sedang ia geluti saat ini.

Usaha yang sedang ia geluti adalah bisnis clothing. Bisnis tersebut berada di Bandung dan saat ini usaha tersebut telah berkembang. Darimana ia memperoleh ide kreatif membuat bisnis tersebut? “Mas Diza yang mempunyai akun twitter mewishtree itu bisa melahirkan bisnisnya sebesar sekarang berawal dari tempat nongkrong.

Di Bandung terdapat banyak tempat nongkrong anak muda, disaat mereka berkumpul banyak hal yang mereka lakukan seperti bertukar pikiran seputar kegiatan kreatif dan kemudian merealisasikannya.

“Pemicu awal lainnya munculnya berkembangan lingkungan kreatif adalah keterbatasan finansial. Di Bandung banyak tempat serta sarana-sarana yang mendukung aktivitas kreatif anak muda yang didukung pula oleh kemudahan mereka dalam merealisasikan ide kreatif yang mereka miliki. Anak-anak muda disana adalah anak muda yang mau berbagi tentang suatu hal, tidak pelit informasi sehingga mereka tidak segan untuk memberikan masukan-masukan kepada mereka yang ingin belajar.

Kecintaan akan hasil karya anak negeri juga bisa jadi pemicu terciptanya lingkungan kreatif. Setiap kota memiliki keunggulannya masing-masing. Bandung adalah salah satu kota yang memiliki kelebihan di bidang industri kreatif, bisnis clothing merupakan salah satunya.

Berada di lingkungan yang terbiasa dengan pemikiran “terbuka” adalah faktor yang memudahkan berkembangnya lingkungan kreatif.

Menurut Kak @mewishtree apa yang kita punya dibagi dengan tulus itu langkah yang seharusnya kita biasakan hingga sekarang. Setidaknya perjuangan kita harus dimulai sekarang, sebelum sumber daya kotanya sendiri ludes seiring waktu.

Kreatif itu bukan berarti kita harus masuk ke industri kreatif, ” kata @mewishtree.  Jangan lupakan “the power of kepepet” itu penting untuk ngembangin lingkungan kreatif. Gunain apa yang ada di kota kita, dengan begitu kita bisa maju gak sendirian, tapi barengan.”

Masih menurut @mewishtree, “semua daerah itu punya karakternya masing-masing. Nah kita kudu cari tahu karakternya itu. Untung sendirian itu gak mungkin, dalam lingkungan bahkan industri kreatif. Jadi orang lugu itu gak perlu takut, karena kita bisa dengan bebas menabrak pakem-pakem yang ada, “tambahnya.

Seru suasana kelasnya hari ini.  Terimakasih Kak mewishtree sudah mau berbagi & PIP Group yang mau meminjamkan ruangannya. Di akhir sesi, kami sempat bertukar pikiran perihal spesialisasi kota Samarinda dan sumber dayanya supaya bisa lebih dikembangkan secara maksimal.

By : Sulistya Ningtias (Relawan Akber samarinda)