Akademi Berbagi

Berbagi bikin happy

Tips Hadapi AFTA: Indonesians Harus Bisa Kalahkan Diri Sendiri

Posted by on Nov 15, 2014 in Jakarta | 1 comment

manulife3

ASEAN Free Trade Area (AFTA) rencananya akan mulai diberlakukan pada Desember 2015. Saat itu produk-produk kita akan bersaing secara langsung dengan produk-produk global dengan kualitas yang mirip namun dengan harga yangn lebih murah.

Begitu juga dengan Human Resourcenya, akan banyak pekerja asing yang kemampuannya mungkin lebih tinggi yang akan berbondong-bondong masuk ke Indonesia. Di mata mereka Indonesia adalah potensi yang besar dengan biaya hidup yang lebih murah.  Persaingan akan lebih ketat.

manulife5

Tapi jangan takut, Karena itu pun juga harus siap-siap berani “keluar”. Kita harus mempersiapkannya dengan mengembangkan leadership kita. Kita harus lebih kreatif, dan bisa menghadirkan ide-ide baru dalam bekerja maupun hidup sehari-hari.

Kelebihan anak muda sekarang, lebih toleran terhadap perbedaan. Dan multi-cultural awareness-nya bisa tahan dalam tantangan global

Begitulah pak @ardhi01 dari Manulife ketika sharing di Akademi Berbagi @AkberJKT pada Kamis, 13 November 2014 yang bertempat di Sampoerna Strategic. Kelas akber kali ini

manulife

Tapi menurut riset, usia 15-24 tahun terbanyak yang bekerja. Kenapa, karena  mereka kurang inovasi, sehingga fresh graduated pun sulit bekerja di perusahaan multinasional

Menurut Pak @ardhi01, sebenarnya potensi manusianya banyak, namun ada gap yang besar antara kapasitasnya dan kapabilitasnya.

“Yang membedakan kita dgn orang lain adalah knowledge. PR kita untuk AFTA adalah menambah pengetahuan setiap hari. #ManulifeBerbagi. Selain itu hilangkan budaya sungkan untuk mengadapi AFTA.

Kesimpulannnya orang Indonesia harus bisa mengalahkan diri sendiri, memperkuat mental, untuk bisa bersaing secara global.

manulife2

Kelas @Akberjkt malam itu sangat istimewa, karena selain pak @ardhi01 ada satu lagi guru yang juga sharing, yakni pak Rully

Puluhan peserta yang datang ke kelas @AkberJkt malam itu sungguh beruntung. Disamping memperoleh ilmu dari dua guru,  mereka memperoleh surprise yakni doorprize.

5 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Media Planning

Posted by on Oct 24, 2014 in Jakarta | 0 comments

akber-29b

Beruntung sekali peserta Akadami Jakarta malam ini, Kamis 23 Oktober 2014 kali ini, karena gurunya yang akan share adalah seorang praktisi media planner yang telah mempunyai banyak pengalaman di bidangnya. Dia adala @romanpikatan. Saat ini laki-laki ini menjabat sebagai Associate Director Planning at UM Indonesia .

Setelah perkenalan, peserta kelas akber jakarta ke-29 yang diadakan di @BINUS_UNIV JWC, Hang Lekir ini langsung menyimak sharing dari guru yang telah menangani beragam klien dari berbagai industri ini.

Menurut @romanpikatan, media planning itu pekerjaan media agency yang mencari kombinasi terbaik supaya klien bisa mengkomunikasikan produknya ke target yang tepat. Untuk mencapai target tersebut, harus menjadikan reach, frequency dan continuity sebagai kunci buat komunikasinya.

akber-29a

Dengan detail @romanpikatan menjelaskan tentang reach yang berbicara tentang awareness. frequency yang membahas tentang exposure, sementara continuity adalah timing yang tepat.

Selain ketiga hal tersebut, media planning yang lebih advanced akan berbicara juga tentang impact.
Tugas seorang media planner adalah mencari media paling tepat sehingga pesan klien bisa mencapai target audiens dengan efektif dan efisien.
Kalo diibaratkan golf, pesan itu bola; media planner memberi arahan ke mana bola itu sebaiknya ditujukan.
Bagaimana langkah-langkahnya ketika mengerjakan media planning? Menurut @romanpikatan, kita harus memahami background, objectives, target customer, competitors, marketing initiatives dan budget.

Sebelum memutuskan semua hal itu, seringkali, klien akan melakukan brief bersama antara media dan creative agency untuk melakuka
kolaborasi.

Selain itu, media agency akan menyampaikan beberapa hal kepada klien, seperti: consumer insight, media objectives and selection. Media agency juga akan menyediakan media ideas, media schedule dan media budget kepada klien.

Di kelas tersebut, bang @romanpikatan juga memberikan contoh study case tentang media plan pada waktu piala dunia.
“Dengan budget paling kecil diantara pengiklan lain, kalian akan naruh pesan iklan itu di mana, kapan, “ tanyanya.

akber-29

Dan ternyata dengan bajet yang kecil itu produk yang dihandle bang @romanpikatan menempati top of mind penonton. Kok bisa? Karena pesan dari brand produk itu ditempatkan pada momen terpenting sebuah pertandingan sepakbola: saat gol.

Dari berbagai case study yang disampaikan bang @romanpikatan, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan:
1. Make sure your objectives are clear, pahami masalah dan matangkan rencana.
2. Understand your customers habit, memahami psikografi dan demografi customers kunci penting media planning.
3. Challenge convention, create impact! Kalau biasa-biasa saja, ga akan memberi dampak.
4. Adapt to changes. Lansekap media sudah banyak yang berubah. orang biasa melihat banyak layar dan menerima bnyak pesan.
5. Do measurement. Efektifitas dan efisiensi bukan sekadar naluri.

Membangun Komunitas Melalui Optimasi Sosial Media

Posted by on Oct 23, 2014 in Cerita Akber, Pekalongan | 0 comments

Kali ini Akber Pekalongan kembali mengadakan kelas yang ke-25 dengan tema Membangun Komunitas Melalui Optimasi Sosial Media dengan narasumber Indra Destiawan (@indrades). Dia adalah seorang pegiat komunitas dan juga pegiat sosial media, komunitas yang beliau ikuti diantaranya komunitas Pagi Berbagi dan Sedekah Rombongan. Beliau tidak hanya melakukann kegiatan bersama komunitasnya dengan aksi-aksi atau kegiatan, namun juga mampu mengembangkan komunitasnya melalui sosial media, dengan memberikan informasi hingga sharing melalui sosial media.

Kelas Akber kali ini cukup menarik karena Akber Pekalongan mengundang perwakilan dari beberapa komunitas yang ada di Pekalongan. Karena momennya setelah lebaran, kelas kali ini juga menjadi ajang halal bihalal antar komunitas di Pekalongan. Ada 20 komunitas yang diundang dalam kelas Akber ke 25 ini.

Di Pekalongan saat ini cukup banyak bermunculan komunitas dengan hoby atau segmen yang berbeda-beda, seperti komunitas yang bergerak di bidang sosial, lingkungan, heritage, seni, dan masih banyak lagi. Sebagian besar komunitas-komunitas ini merupakan generasi muda Kota Pekalongan. Sejalan dengan salah satu visi Kota Pekalongan sebagai Creative City, hal ini dapat dilihat dengan berbagai kreativitas dan karya anak-anak muda Kota Pekalongan ini melalui kegiatan dan aksi-aksi komunitasnya.

Mas Indra mengenalkan para akberian mengenai Sosial Media,  diantaranya ada Facebook, Twitter, Blogger, Path, flickr, Web, dan lain sebagainya. Sosial media sangat penting dalam mengembangkan komunitas, karena dengan sosial media sebuah komunitas dapat memberikan informasi baik informasi kegiatannya ataupun tips dan sharing hingga berdiskusi dengan followersnya.

Banyak komunitas yang dapat berkembang hanya melalui sosial media, diantaranya adalah Akademi Berbagi, Nebengers, Pagi Berbagi, Sedekah Rombongan, KSM, Indonesia Mengajar, Jalin Merapi , dan lain sebagainya.

img-20140816-wa0006

img-20140816-wa0003

img-20140816-wa0005

Mas Indra menceritakan bagaimana dirinya mengembangkan Komunitas Pagi Berbagi dengan menggunakan Sosial Media, beliau menggunakan Facebook, Twitter, Blog dan web dalam menginformasikan kegiatan dari Pagi Berbagi, begitupula dengan komunitas Sedekah Rombongan yang beliau jalankan. Perlahan dengan menggunakan sosial media, komunitas  beliau dapat merambah hingga puluhan kota di Indonesia.

Dalam kelas ini mas Indra memberikan beberapa tips untuk mengembangkan komunitas melalui sosial media :

  • Fokus pada manfaat.
  • Milikilah motivasi yang kuat.
  • Milikilah visi, misi dan tujuan yang jelas.
  • Selesaikan setiap konflik yang terjadi dengan baik.
  • Maksimalkan media apapun untuk menyebarkan informasi, terutama sosial media.
  • Kuasai informasi di internet. Bukan cuma jadi “konsumen” internet secara pasif.
  • Jalin komunikasi aktif dengan anggota sendiri dan komunitas atau gerakan lain dengan baik.

Dalam menggunakan media sosia media pun harus ada etikanya, karena saat ini banyak dijumpai beberapa kasus hukum yang terjadi karena sosial media. Berikan informasi yang positif, sharing kegiatan yang menarik untuk menambah jumlah followers. Hindari kalimat-kalimat yang provokatif, tidak sopan, hingga menjelek-jelekkan antar personal atau komunitas.

Sebuah komunitas merupakan bentuk kreativitas dalam menunjang hobi atau passion kita, dengan komunitas kita dapat menularkan ilmu kita, belajar dengan orang yang lebih berpengalaman hingga sebagai ajang silaturahim. Disinilah pentingnya akan sebuah komunitas, tidak hanya sekedar kumpul-kumpul saja namun juga mampu memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat bahkan manfaat bagi Kota Pekalongan dan Indonesia.

@TriazArditya