Akademi Berbagi

Berbagi bikin happy

First Impression, Sangat Mempengaruhi Emosi

Posted by on Oct 11, 2014 in Jakarta | 0 comments

akber27ok

Kelas Akademi Berbagi memang selalu berpindah-pindah. Dari satu kantor ke kantor lain, tergantung siapa yang bersedia mendonasikan ruang mitingnya atau ruang lainnya yang lebih besar untuk kegiatan berbagi informasi ini.

Kelas akber jakarta yang ke-27 ini, bertempat di sebuah kantor agency keren McCann Digital yang lokasinya di  Menara Mulia lt.12 Kuningan, Jakarta Selatan.

Pada Kamis, 9 Oktober 2014  kelas akber jakarta malam itu akan membahas pentingnya Visual Branding bersama @brutalator, seorang dosen yang juga salah satu founder ADGI (Asosiasi Desaing Grafis Indonesia).

Ini adalah sharing kedua @Brutalator atau yang biasa dipanggil Adityayoga di kelas akademi berbagi. Sebelumnya dia bersama Kiki Hakim juga telah share tentang desain

Menurut Adit, Visual branding adalah membuat sebuah identitas dari sebuah produk yang sudah atau tidak dikenal. Visual Branding juga dimaknai usaha untuk menciptakan nilai yang baik dan dapat bertahan dengan memanjakan pelanggan.

Menurut survey otak memproses 6000 kali lebih cepat informasi yang bentuknya visual dan 90% informasi yang yang dikirim ke otak adalah visual.

Sehingga dalam visual branding, first impressions menjadi persepsi yang penting. Karena hal itu akan membawa kesan yang bisa mempengaruhi emosi atau hati.

Bagaimana cara untuk menciptakan karya visual yang baik, kuasai seluruh Indra & emosi, masuk ke dalam  emosi dan  jadikan produk menjadi sahabat.  Tips berikutnya lakukan mind mapping dan temukan keyword untuk menentukan strategi branding.

Namun yang harus diperhatikan adala ketika melakukan mapping hindari pembatasan norma dan value saat brainstorming, karena hal ini akan membatasi imajinasi. Jadi berimajinasilah sebebas-bebasnya.

Sebenarnya visual branding bukan hanya tentang branding, konsistensi persepsi terhadap produk pun menjadi sesuatu yang penting.

Kelas malam itu dihadiri puluhan peserta. Dan sebelum kelas berakhir selalu ada sesi ngobrol-ngobrol personal yang masih berkaitan dengan tema yang baru saja dibahas.

Begitulah, di kelas Akademi Berbagi, selain memperoleh ilmu secara gratis, para peserta juga punya kesempatan untuk meluaskan networking, memperoleh teman baru, pengalaman baru yang bisa jadi tidak ditemukan di tempat lain.

Jika kalian punya pengalaman berkesan tentang kelas akber atau tentang akademi berbagi, silakan ditulis di blognya masing-masing atau bisa juga dikirim artikel atau link-nya ke akademiberbagi@gmail.com untuk di publish di sini.

Kelas Kolaborasi: Are You GreenFluence Enough?

Posted by on Oct 7, 2014 in Jakarta | 0 comments

hilo-akber1

Untuk kedua kalinya, Akademi Berbagi bekerjasama dengan Nutrifood mengadakan kelas akbar di Jakarta. Kelas akbar ini adalah rangkaian program HiLo yang peduli terhadap gaya hidup hijau.  Dengan program-programnya HiLo mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya di bidang lingkungan.

Salah satu program itu adalah berkolaborasi dengan Akademi Berbagi. Kelas kolaborasi dengan HiLo akan membahas peran para stakeholders dalam meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan. Mulai dari individu, komunitas, akademisi dan koorporasi, akan bercerita mengenai peran masing- masing.

Beberapa pemateri yang akan berbagi pada kelas kolaborasi kali ini adalah Angelique Dewi – Nutrifood Head of Green Committee, Didi Diarsa – GreenPreneur and Founder of Furniture Aktif, Prita Kemal Gani – Founder and Director of LSPR Jakarta, Rika Anggraini – GM of Corporate Communication The Body Shop Indonesia, dan Grand Finalist HiLo Green Ambassador 2014.

Kelas kolaborasi ini akan diadakan pada:

Hari, tanggal               : Rabu, 15 Oktober 2014
Waktu                         : 18:00-21:00
Tempat                        : GALERI SMARTFREN Sabang

Jl. H. Agus Salim No. 45, Sabang, Jakarta Pusat

Berminat, silakan daftar di sini.

Kelas ini gratis untuk umum dan terbatas.

Silakan hadir tepat waktu dan ikut berdiskusi di dalam kelas. Akademi Berbagi, berbagi bikin happy! :) Ada pertanyaan dan lainnya bisa hub akun twitter kami di @akberjkt.

Latihan Presentasi, Jangan Praktek di Depan Kaca

Posted by on Oct 4, 2014 in Jakarta | 0 comments

logam-berat-ok4

Akademi Berbagi Jakarta sampai menginjak tahun ke-4 ini terus konsisten mengadakan kelas-kelas secara rutin setiap hari Kamis. Bahkan kadang-kadang, bekerja sama dengan pihak lain, @AkberJKT mengadakan kelas khusus dengan skala yang lebih besar.

Dan Kamis, 2 Oktober 2014 ini, akber jakarta telah mengadakan kelas ke-26-nya. Kelas ini sangat istimewa, karena gurunya yang akan mengisi kali ini adalah sosok yang spesial. Namanya Jansen Siregar, dia adalah CEO Tiga Pijar, sebuah konsultan di bidang pengembangan organisasi. Dan Tiga Pijar juga berperan dalam memberikan konsultasi kepada akademi berbagi.

logam-berat-ok3

Bang Jansen, sapaan akrabnya sebelumnya pernah menjadi Associate Director di Nielsen Company selama 9 tahun (2003-2012).  Sebelum meninggalkan Nielsen, dia pernah menjadi TOP TRAINERS selama 3 thn berturut-turut (2009, 2010, 2011).

Tema yang akan di sampaikan oleh laki-laki yang mempunyai akun twitter @logamberat ini adalah. “Effective Presentation Skills”. Bertempat di kantor  @eleveniaID di plasa 89, puluhan peserta yang telah mendaftar sebelumnya datang tepat waktu. Seperti ebelumnya, kelas-kelas akademi berbagi Jakarta selalu penuh. Karena memang @akberjkt sengaja membatasi jumlah peserta agar kelas lebih efektif dan semua peserta lebih bisa berdiskusi secara intim dan tidak formal dengan pengajarnya.

Kelas  “Effective Presentation Skills” diawali dengan pembagian form yang harus diisi oleh semua peserta yang hadir. Rupanya bang Jansen, ingin mengetahui beberapa hal sebelum memulai sharingnya. Antara lain: apa yang kalian harapkan pada kelas hari ini, siapa public speaker yang anda suka, apa alasannya dan lainnya. Cara ini cukup membuat suasana kelas lebih riuh dan bersemangat.

logam-berat-ok2

Menurut bang Jansen, kunci utama untuk menjadi great presenter itu adalah praktek. Praktek dalam arti sebenarnya, bukan praktek berbicara di depan kaca seperti yang orang-orang sampaikan itu.  “Latihan di depan cermin tidak banyak berkontribusi pada keberhasilan presentasi, “katanya.

Seperti kegiatan lain, sebelum melakukan presentasi, seorang presenter harus melakukan “riset” untuk mengetahui siapa audiensnya. Caranya bisa dengan diam-diam bertanya kepada event koordinator kira-kira apa kebutuhan, ketertarikan dan opini mereka tentang hal yang ingin dipresentasikan. Karena itu kalau mau presentasi (atau apapun) jangan datang telat. Karena dengan datang lebih awal, bisa berbicara dengan para peserta. Shingga seorang presenter bisa mempersiapkan diri untuk memakai “bahasa mereka”.

Struktur presentasi ada 3 tiga: opening, message dan closing. Pembukaan ini penting karena momen ini untuk mendapatkan peserta audience. Sehingga  gunakan statemen yang “WOW”. Yang perlu diperhatikan juga adalah Eye control, facial, gestures, postures, dan movement penting dalam mendukung presentasi yang baik. Selama melakukan presentasi hindari berpindah-pindah tempat kecuali memang bermaksud ingin berinteraksi dengan audience. Sebaiknya juga tidak sering memakai kata-kata yang terlalu teknis yang membuat kerut dahi para audience.

Menurut bang Jansen peran body language (55%) sangat penting untuk mendukung presentasi yang baik, lainnya adalah voice tonality 38% dan words 7% . Mungkin bagi pemula hal itu agak tidak mudah, karena biasanya kendala utama para presenter pemula adalah nervous.  Cara mengatasi nervous, selain persiapan yang baik, libatkan audience dan visual clue.

Sebenarnya materi bang Jansen di kelas Akber Jakarta ini cukup panjang dan detail.

Ada kejutan di kelas Akber Jakarta kali ini, yaitu door prize dari @eleveniaID. Selamat kepada yang beruntung. Untuk topik kelas Kamis depan, tunggu infonya di twitter @akberjkt atau facebooknya.