Boost Your Startup with Social Media

Boost Your Startup with Social Media

Boost Your Startup with Social Media

Pada 27 April lalu Akademi Berbagi Bali menggelar kelas dengan bertema “SocMed Your Startup. Bertempat di Hubud co-working space, Ubud, kita bisa belajar banyak seputar penggunaan social media untuk memajukan startup. Guru yang berbagi wawasannya di kelas Akber Bali yang ke-24 kali ini adalah Aulia Halimatussadiah, atau yang lebih dikenal sebagai Ollie (@salsabeela). Selain merupakan seorang penulis, Ollie juga dikenal sebagai seorang technopreneur. Salah satu startup yang dibangunnya adalah situs self publishing pertama di Indonesia, NulisBuku.com.

Ollie menjelaskan, ada strategi tersendiri dalam memasarkan usaha di social mediaSkill storytelling yang wajib dimiliki seorang pemasar (pengusaha), dipindahkan dalam social media. Semua itu adalah konsekuensi dari candu social media yang telah menyebar pada masyarakat. Ollie juga menekankan, bahwa tiap platform social mediamemiliki metode yang berbeda dalam penggunaannya, baik itu Facebook, Twitter, Instagram hingga Pinterest.

Selayaknya pada kehidupan nyata, branding adalah hal pertama yang harus dibangun di social media. Pada bagian branding, Ollie memberikan contoh salah satu merek tas terkenal yang dalam akun Pinterestnya memilih untuk menampilkan gambar-gambar yang colorful dibanding menampilkan gambar produk. Dari kegiatan itu, dapat ditangkap usaha perusahaan untuk membranding produknya sebagai tas-tas dengan warna yang menyala.

Dimanapun berada kita harus selalu bersikap baik. Maka, sebuah akun social media dari startup must to be kind. Semua peran dijalankan menjadi satu, mulai dari resepsionis hingga customer service, melalui sikap baik yang dikirimkan maka akan tersampaikan kesan yang positif terhadap startup. Sikap baik itu, bisa melalui kampanye dan kegiatan sosial yang dilaksanakan di social media. Dalam usaha menjadi baik ini, Ollie memberikan contoh sebuah perusahaan sepatu yang meluncurkan channel kegiatan sosial melalui situs YouTube.

Poin-poin lain yang tidak kalah penting adalah Useful, Informative and Entertaining. Unsur feelings juga wajib dikedepankan, yaitu kesan apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat yang mengikuti akun social media. Unsur tersebut penting karena akan menjadi alarm pengingat bagi pengikut akun startup kita. Misalnya, perasaan untuk produktif menulis yang diciptakan akun NulisBuku bagi pengikutnya. Setelah startup berjalan dan memiliki sejumlah customers, Ollie memaparkan adalah penting bagi pengusaha untuk melibatkan customernya. Misalnya dengan membagi cerita mereka di website.

Visual content juga sangat penting, sebagian besar orang lebih tertarik melihat content social media melalui gambar. Untuk itu, sebuah startup akan lebih baik bila menyiapkan terlebih dahulu content-content visual untuk akunnya pada segala situasi. Pada akhir pemaparan, Ollie juga menyarankan untuk membentuk komunitas dan selalu mengikutsertakan customers.
Pada sesi workshop, Ollie membagi peserta menjadi lima kelompok dan memberi tantangan untuk membuat satu halaman proposal bisnis melalui social media. Melalui pemaparan masing-masing kelompok muncul beberapa ide menarik, baik dari peserta maupun guru. Sebelum mengakhiri kelasnya, Ollie menekankan jika tidak ada standar yang baku dalam penggunaan social media untuk startup. Pesannya Have fun! Experiment. Measure. Try. Again. So, let’s start IT akberians!

Sumber cerita Akber : [ blog Akber Bali ]