Palembang : Kelas Sejarah

Palembang : Kelas Sejarah

Palembang : Kelas Sejarah

Akademi Berbagi Palembang (AkberPLB), sebuah komunitas yang peduli terhadap pendidikan GRATIS. Mereka selalu mengundang orang-orang yang memiliki kompetensi dibidangnya dan membuat semacam kelas belajar dengan tema setiap minggu bermacam-macam sehingga kita bisa belajar banyak hal dari banyak pembicara.

13 Februari 2016, saya mengikuti pertama kali Akber PLB waktu itu temanya “Kelas Sejarah” dengan Judul: “Sriwijaya Sebelum Prasasti Kedukan” waktu dan tempat: 16.00 s/d Selesai di Dunkin Donuts Demang Lebar Daun.

Pembicara:

  • Nurhadi Rangkuti (Kepala Balai Arkeologi Palembang)
  • Email: nurhadirangkuti@yahoo.com

Berdasarkan bukti tertulis, Palembang merupakan kota tertua di Indonesia. Dikatakan kota tertua jika kota tersebut dari masa ke masa selalu di huni dan tidak pernah di tinggalkan (menurut narsumber lain waktu itu). Berdasarkan bukti sejarah terdapat pada prasasti Batu Bersurat Kedukan bukti dari Palembang berangka tahun 604 saka.

Selama saya mengikuti kelas ini, entah kenapa mungkin karena saya bukan anak Sejarah jadi ketika belajar tentang sejarah sedikit membuat pusing. Apalagi ditambah dengan tidak mengertinya saya dengan istilah-istilah sejarah. Tapi lumayan, dari kelas ini sedikit banyak saya dapat ilmu yang bermanfaat, saya jadi tahu seperti apa sejarah dari Sriwijaya dan sejarah lainnya yang saya lupa tentang apa *loh.

Apasih bedanya seorang Arkeolog dan Antropolog?

Menurut kelas Sejarah kemarin, Arkeolog itu yang menggali prasasti jadi mereka yang suka main “gali lobang tutup lobang” ya kurang lebih seperti lagu-lagu dangdut gitu. (Sorry ga nyambung).

Sedangkan Antropolog, itu mereka yang menerjemahkan prasasti hasil temuan Arkeolog. Jadi Antropolog ini yang bertanggung jawab menganalisa tahun berapa prasasti ini dibuat, pada masa siapa dan lain sebagainya.

Menurut saya nih ya, seorang Arkeolog dan mereka yang belajar di bidang sejarah itu susah Move On loh. Kenapa? Karena mereka selalu mencatat semua sejarah, mereka selalu memikirkan sejarahnya. Coba bayangin, setelah putus dengan pacar ketika ketemu baju dalam lemari pakaian setelah di ingat-ingat eh ternyata pemberian mantan, terus punya celana eh ga taunya punya sejarah belinya dulu sama mantan, jadi ya ga bisa move on gitu.

Saya juga jadi tau ketika di kelas sejarah bahwa Palembang merupakan ibu kota Shi i’ll fo shih yang disebut fo shih pada saat Yi Jing datang ke tempat itu pada tahun 671. ‘Ngerti ga lu tentang ini? Kalau ga ngerti artinya kita sama, saya juga ga ngerti’. -___-”

Orang sejarah itu keren ya kalau pacaran. Mereka selalu hapal tanggal dari setiap momen. Ga percaya? Coba saja tanya tentang prasasti, mereka pasti tau tahun berapa prasasti tersebut dibuat. Coba bayangin, pas pacaran mereka selalu hapal kapan beli baju itu sama pacar, terus kapan pertama kali ketemuan, terus kapan pertama kali gokil-gokilaan sampai ke kapan pertama kali nyemplung ke got terus main comberan bersama-sama. *Oke untuk yang ini saya sudah mulai ngasal.

Pokoknya serulah ikut kelas sejarah ini. Jadi bagi yang ingin ikut kelas-kelas yang diadakan oleh Akademi Berbagi Palembang, follow saja akun Twitter mereka di @AkberPLB atau Instagram mereka di @AkberPLB. “Oke sepertinya saya promosi nih, tolong ya AkberPLB honor promosi saya di transfer haha”.

Ditulis oleh :
Taqrim Ibadi relawan Akber Palembang

Reposting from Original Link : http://taqrimibadi.blogspot.com/2016/02/akademi-berbagi-kelas-sejarah.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *